
Jabodetabek.id – Perjalanan kereta api listrik (KRL) Commuter Line lintas Tangerang dan lintas Bogor sempat terganggu akibat 2 insiden kecelakaan pada area masing-masing lintasan jalur, pada Kamis, 20 Agustus 2026 pagi ini.
Terkini, perjalanan KRL Bogor maupun Tangerang yang sempat mengalami keterlambatan imbas tertemper sudah kembali normal, pada pukul 11.00 WIB.
Atas 2 insiden kecelakaan itu, KAI sempat melakukan penguraian keterlambatan perjalanan KRL di 2 jalur lintas tersebut.
Manager Public Relations KAI Commuter Line, Leza Arlan menuturkan, perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta Kota itu sempat tertemper orang.
Hal tersebut, menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman sudah dijalankan kembali menuju Stasiun Manggarai.
“Imbas kejadian tersebut sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga 1 jam lebih,” kata Leza.
Sementara itu, Leza menyebut untuk KRL relasi Duri-Tangerang, sempat tertemper pemotor siswa di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya-Batu Ceper, dan kini sudah bisa dijalankan kembali.
“Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Tangerang sebanyak 8 perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit,” imbuhnya.
2 Perjalanan KRL Sempat Terlambat
Sebelumnya diketahui, jalur lintas KRL di Tangerang sempat terganggu setelah KA 1914A relasi Duri-Tangerang tertemper pemotor di antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper, pada Kamis, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 07.20 WIB.
“Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Lintas Tangerang sehubungan KA 1914A (Duri-Tangerang) tertemper sepeda motor di antara Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper,” demikian pengumuman KAI di akun X, @CommuterLine, pada hari yang sama.
“Perjalanan Commuter Line saat ini masih dalam proses evakuasi kendaraan sepeda motor yang menghalangi jalur dan pengecekam rangkaian KA,” tulis keterangan tersebut.
Terkait insiden yang terjadi di lintasan Bogor-Jakarta, Commuter Line sempat mengalami keterlambatan perjalanan sehubungan KA 1183 (Bogor-Jakarta Kota) di antara Stasiun Pasming – Manggarai yang saat itu tertemper orang.
Dalam kasus ini, kecelakaan disebut terjadi di sekitar Stasiun Cawang.
“Perjalanan Commuter Line saat ini masih menunggu pengecekan rangkaian di Stasiun Tebet,” demikian pengumuman KAI pada hari yang sama.
“Perjalanan Commuter Line di lokasi dapat menggunakan satu jalur secara bergantian,” sambungnya.
KAI Berlakukan Rekayasa Jalur
Untuk menekan waktu keterlambatan, Leza menjelaskan pihaknya sempat memberlakukan rekayasa pola operasi layanan perjalanan satu jalur antara Stasiun Pasar Minggu – Manggarai untuk perjalanan Commuter Line lintas Bogor.
Rekayasa satu jalur juga sempat diberlakukan antara Stasiun Rawa Buaya – Stasiun Batu Ceper untuk layanan perjalanan Commuter Line Tangerang.
KAI menyayangkan terjadinya keterlambatan karena terganggunya operasional perjalanan Commuter Line imbas temperan yang disebabkan seseorang yang berada di area jalur rel.
Selain itu, Leza juga menyoroti pengguna jalan raya yang tidak mendahulukan perjalanan kereta.
Atas kejadian ini, KAI mengingatkan Undang-undang Perkeretaapian No.23 Tahun 2027 jelas melarang siapa pun tanpa izin berada di sekitar area jalur rel.
Hal tersebut juga mengatur para pengguna jalan raya untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api.
“KAI Commuter dengan tegas melarang orang yang tidak berkepentingan berada di sekitar jalur rel dan selalu mendahulukan kereta melintas saat akan melewati perlintasan sebidang,” tandas Leza.










Leave a Reply